sedang kubangun dunia baru
selangkah demi melewati senyuman baru
kutuju ujung tanpa sanjung
bibir dan kaki titihan
tangan menjadi jembatan
pikiran menjadi dinding tebal
jantungku berdetak
dan kau melihatku selalu
suara yang tak akan kulupa
senyum yang semakin sedikit
karena mataku menyakitimu
dinding dan dinding yang tak bertemu
terpisah oleh kata
terbentur oleh pikiran
dan tawa menyumbat segalanya
hanya mata yang mengawali pikiran kita
sedang dada berderu kencang!
penuh pikir tersumbat di mulut
sepi dan sepi!
selangkah demi melewati senyuman baru
kutuju ujung tanpa sanjung
bibir dan kaki titihan
tangan menjadi jembatan
pikiran menjadi dinding tebal
jantungku berdetak
dan kau melihatku selalu
suara yang tak akan kulupa
senyum yang semakin sedikit
karena mataku menyakitimu
dinding dan dinding yang tak bertemu
terpisah oleh kata
terbentur oleh pikiran
dan tawa menyumbat segalanya
hanya mata yang mengawali pikiran kita
sedang dada berderu kencang!
penuh pikir tersumbat di mulut
sepi dan sepi!