Dahulukala,
berlum terlalu lama-lama sekali. Sekitar lima belas tahun silam ketika
usiaku menginjak lima tahunan, bulan puasa itu ada di akhir tahun. Jadi
ketika masa kecilku yang berkepala botak dengan mata sejernih bola
pingpong, aku mengira bahwa puasa adalah rutinitas sakral keagamaan
penutup di akhir tahun. Hingga seterusnya ternyata bulan-bulan puasa itu
semakin maju dan musim pun kian berubah, pemansan global dan iklim yang
cukup menyengat, budaya yang mulai masuk semakin beragam serta
perkembangan iptek dan ilmu pengetahuan yang semakin maju.
Bocah kecil itu kini sudah tak takut lagi dengan hantu yang katanya selalu muncul menjelang maghrib yang akan 'menggondhol' anak2 yang keluyuran. Well, skrng sore hingga malam pun aku masih sering main di luar.
Dahulu kala, seperti yang kubilang di atas, belum terlalu lama-lama sekali. Aku masih sering melihat sosok entitas berbahaya yang sebenarnya hanya menampakkan diri namun membuatku berlari kocar-kacir. Kini sekali pun aku tak pernan melihatnya. Penampakan paling mengerikan adalah Jin berwujud kerbau dengan mata bulat putih, senyuman lebar yang seluruhnya putih, serta tanduk berwana putih. Jin itu nongol ketika maghrib2 dan nongkrong tepat di bawah pohon kelapa yang seketika membuatku berlari kocar-kacir. Kata temanku yang sepertinya Indigo, jika kau melihat Jin atau hantu dengan wujud yang begitu jelas, mungkin kelak sampai dewasa kau akan sering melihat penampakan konyol yang tak nenguntungkan sama sekali itu, namun bila kau melihat penampakan dengan wujud yang tipis dan samar, berarti kemampuan itu akan menghilang ketika kau dewasa. Katanya karena kesucianmu sudah hilang. Well, Jin kerbau pun akan tertawa mendengarnya.
Dulu hingga sekarang aku masih senang mendengar kisah-kisah seram, sampai-sampai aku menjadi yang paling pandai di kelas sewaktu SD untuk bercerita omong kosong tentang hantu yang bahkan sama sekali tak pernah kulihat dan teman-temanku mendengarkannya hingga dahinya berkerut. Saat ini yang paling membuatku tertarik adalah Jin yang katanya super sekali.
Karena aku sangat senang mendengar cerita hantu, aku sering bertanya kepada ibu, ayah, maupun kakekku kalau-kalau mungkin mereka pernah melihat dedemit itu. Well, ternyata iya. Dahulu kala lagi, ketika ibuku masih remaja. Ibu pernah melihat sosok Jin bertubuh hitam besar dengan memakai blangkon yang berdiri dibawah 'soko', (kayu besar penyanggga yang sering ada di dalam rumah). Ibuku langsung tidur dan menutup selimut rapat-rapat, katanya. Kali ini cerita bergulir ke ayahku yang juga dahulu kala lagi. Ayah pernah diteriaki mahluk halus yang berkati "Bali!!! Wes sore!!" Ketika keluyuran di kuburan sendirian. Suara yang besar itu dipercaya merupakan Jin. Well, karena setan, pocong, kunti, dan tuyul sepertinya tak akan repot-repot menegur orang lain apalagi sesama setan. Kemudian, embahku yang sekarang jadi sedikit kurang sehat karena ternyata punya; banyak susuk, keris, emas, dan jarum yang terselip ditubuhnya. Ternyata juga memlihara Jin dan para setan yang katanya anak-anaknya yang sekarang kupanggil, bulik, tante, dan Om. Demit-demit semuanya takut sama Embah. Bahkan katanya Embah bisa teleportasi dengan bantuan tetekbengek dedemitnya. Lebih hebat dari teknologi mutakhir yang bahkan belum dimiliki negara manapun. Konyol bukan? Dan kemampuan konyol seperti itu sepertinyatak diwarisi oleh adikku yang badannya bahkan lebih besar dariku. ROAR!!
Pengalaman pertama melihat mahluk yang tidak punya sopan santun dan membuat org takut itu sebenarnya dimulai ketika usiaku tiga tahun, ketika itu aku masih punya rumah di semarang. Ada sosok tangan melambai-lambai tanpa kepala, kaki dan tubuh, kemudian ada sosok kepala tergantung di pepohonan rindang di depan rumah. Konyol sekali. Ketika aku kecil juga sangat sering melihat ular, bermacam-macam jenis ular, dari yang ukuran jari kelingking hingga yang berukuran paha laki-laki dewasa, Besar sekali hingga membuatku tak berani lewat jalan itu lagi.
Banyak perubahan kepribadian terjadi ketika kumis mulai tumbuh, bulu timbul dimana-mana, hingga tubuhmu semakin membesar. Pemikiran yang berkembang dan pubertas yang cepat membuat nafsu terkadang diluar kontrol. Puasa yang dulunya bolong-bolong kini menjadi semakin rapat dan yang dulunya tak boleh nyoblos maupun daftar ujian SIM, kini aku bisa melakukannya berulang kali. Bahwa hidup itu selalu mendapati perubahan dan pengalaman yang menarik. Bahwa hidup itu membuatmu memiliki banyak hal serta teman. Dari yang taat beribadah hingga yang ateis. Dari yang normal-normal hingga yang sering lihat hantu. Dari yang galak hingga yang romance. Dari bahasa Jawa hingga; Jerman, Belanda, Jepang, Thailan, dan Korea. Kemudian dimasa yang akan datang, aku masih penasaran apa lagi yang akan terjadi//
Bocah kecil itu kini sudah tak takut lagi dengan hantu yang katanya selalu muncul menjelang maghrib yang akan 'menggondhol' anak2 yang keluyuran. Well, skrng sore hingga malam pun aku masih sering main di luar.
Dahulu kala, seperti yang kubilang di atas, belum terlalu lama-lama sekali. Aku masih sering melihat sosok entitas berbahaya yang sebenarnya hanya menampakkan diri namun membuatku berlari kocar-kacir. Kini sekali pun aku tak pernan melihatnya. Penampakan paling mengerikan adalah Jin berwujud kerbau dengan mata bulat putih, senyuman lebar yang seluruhnya putih, serta tanduk berwana putih. Jin itu nongol ketika maghrib2 dan nongkrong tepat di bawah pohon kelapa yang seketika membuatku berlari kocar-kacir. Kata temanku yang sepertinya Indigo, jika kau melihat Jin atau hantu dengan wujud yang begitu jelas, mungkin kelak sampai dewasa kau akan sering melihat penampakan konyol yang tak nenguntungkan sama sekali itu, namun bila kau melihat penampakan dengan wujud yang tipis dan samar, berarti kemampuan itu akan menghilang ketika kau dewasa. Katanya karena kesucianmu sudah hilang. Well, Jin kerbau pun akan tertawa mendengarnya.
Dulu hingga sekarang aku masih senang mendengar kisah-kisah seram, sampai-sampai aku menjadi yang paling pandai di kelas sewaktu SD untuk bercerita omong kosong tentang hantu yang bahkan sama sekali tak pernah kulihat dan teman-temanku mendengarkannya hingga dahinya berkerut. Saat ini yang paling membuatku tertarik adalah Jin yang katanya super sekali.
Karena aku sangat senang mendengar cerita hantu, aku sering bertanya kepada ibu, ayah, maupun kakekku kalau-kalau mungkin mereka pernah melihat dedemit itu. Well, ternyata iya. Dahulu kala lagi, ketika ibuku masih remaja. Ibu pernah melihat sosok Jin bertubuh hitam besar dengan memakai blangkon yang berdiri dibawah 'soko', (kayu besar penyanggga yang sering ada di dalam rumah). Ibuku langsung tidur dan menutup selimut rapat-rapat, katanya. Kali ini cerita bergulir ke ayahku yang juga dahulu kala lagi. Ayah pernah diteriaki mahluk halus yang berkati "Bali!!! Wes sore!!" Ketika keluyuran di kuburan sendirian. Suara yang besar itu dipercaya merupakan Jin. Well, karena setan, pocong, kunti, dan tuyul sepertinya tak akan repot-repot menegur orang lain apalagi sesama setan. Kemudian, embahku yang sekarang jadi sedikit kurang sehat karena ternyata punya; banyak susuk, keris, emas, dan jarum yang terselip ditubuhnya. Ternyata juga memlihara Jin dan para setan yang katanya anak-anaknya yang sekarang kupanggil, bulik, tante, dan Om. Demit-demit semuanya takut sama Embah. Bahkan katanya Embah bisa teleportasi dengan bantuan tetekbengek dedemitnya. Lebih hebat dari teknologi mutakhir yang bahkan belum dimiliki negara manapun. Konyol bukan? Dan kemampuan konyol seperti itu sepertinyatak diwarisi oleh adikku yang badannya bahkan lebih besar dariku. ROAR!!
Pengalaman pertama melihat mahluk yang tidak punya sopan santun dan membuat org takut itu sebenarnya dimulai ketika usiaku tiga tahun, ketika itu aku masih punya rumah di semarang. Ada sosok tangan melambai-lambai tanpa kepala, kaki dan tubuh, kemudian ada sosok kepala tergantung di pepohonan rindang di depan rumah. Konyol sekali. Ketika aku kecil juga sangat sering melihat ular, bermacam-macam jenis ular, dari yang ukuran jari kelingking hingga yang berukuran paha laki-laki dewasa, Besar sekali hingga membuatku tak berani lewat jalan itu lagi.
Banyak perubahan kepribadian terjadi ketika kumis mulai tumbuh, bulu timbul dimana-mana, hingga tubuhmu semakin membesar. Pemikiran yang berkembang dan pubertas yang cepat membuat nafsu terkadang diluar kontrol. Puasa yang dulunya bolong-bolong kini menjadi semakin rapat dan yang dulunya tak boleh nyoblos maupun daftar ujian SIM, kini aku bisa melakukannya berulang kali. Bahwa hidup itu selalu mendapati perubahan dan pengalaman yang menarik. Bahwa hidup itu membuatmu memiliki banyak hal serta teman. Dari yang taat beribadah hingga yang ateis. Dari yang normal-normal hingga yang sering lihat hantu. Dari yang galak hingga yang romance. Dari bahasa Jawa hingga; Jerman, Belanda, Jepang, Thailan, dan Korea. Kemudian dimasa yang akan datang, aku masih penasaran apa lagi yang akan terjadi//