daun gugur

Senin, 08 Oktober 2012

Aku saat ini, Oktober.

Sebenarnya yg perlu kulakukan itu apa? Saat ini beberapa hal yang perlu kusadari dan perlu kuperbaiki:
1. Tegas. Bila kau benci, bilang benci. bila kau suka, bilang suka. bila kau ingin, bilang ingin.
2. Jangan menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri.
3. Kritis.
4. Jangan sombong.
5. Peduli.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Tak Seperti yg Kuharapkan

Memang kenyataannya kita hidup tidak lah sendirian. Meski begitu kita tdiak dapat memaksakan kehendak dan keinginan kita terhadap orang lain. Malam ini malam diama aku ingin membuatnya senang. Setidaknya memberi alasan atas apa yang kau sebut-sebut sahabat selama ini. Aku ingin kita makan malam bersama untuk merayakan hari ulang tahunmu.

Tapi sepertinya kau tak berkenan. Berulang kali kubujuk dan ternyata kau malah mengalihkan semua itu. Kau bilang lebih asyik bila bareng teman2 yang lain. Padahal kusudah merencanakan semua itu satu minggu yang lalu cuma untuk ulang tahunmu. Pupus sudah.

Tapi memang seperti ini. Kau memang orang yang sosialis, bukan individualis seperti aku. Aku lebih suka melakukan apa pun sendiri. Sedang kau, tidak.

Seperti kau memang benar. Aku tak seperti dulu lagi. Tapi mau bagaimana lagi bila kau sendiri ku ajak untuk seperti dulu, tidak mau. Kusudah mencoba memperbaiki, tapi kau selalu menjauh.

Entahlah mana yang benar. Aku bingung. Bingung dengan diriku. Bingung dengan dirimu.
Dengan semuanya.

Kamis, 04 Oktober 2012

Penguin Bianglala

Malam ini saat serpihan hujan mulai larut dalam gempuran tanah. Malam saat kekeringan mulai terhuyun simpuh dan mendayung ke utara. Malam ketika hanya sebatas langit terendah yang terlihat. Malam ketika suara rintih malam mulai menirukan irama hati. Aku mulai menyadari. Sebuah luka terkuak dalam raga ini. Perlahan namun pasti. Memberiku harapan baru bahwa aku sanggup untuk melangkah. Melangkah menuju senyuman hangat yang kau persembahkan dibawah terik untukku seorang.

Bukankah yang kita lalui selama ini seperti anak kecil. Tapi entah kenapa perjalanan ini memang terasa sulit. Cinta yang sama-sama kita pendam menjadi luka bagi kita berdua. 

Bercanda saja kita tak sanggup. Kau ingat waktu itu, waktu saat kita berdua belum teriris oleh perasaan berlebih ingin memiliki. Kita sanggup untuk tertawa bersama, bergurau dan bercanda ria tak perdulikan pikiran orang lain. Tapi berselang waktu dan kedekatan mulai menghambur semakin ke dalam. Kutak sanggup mengungkapkannya. Kutak mampu memberitahumu, bahwa aku menyayangimu, bahwa aku mencintaimu.

Seolah ada kekhawatiran tak mampu membuatmu tersenyum lagi. Seolah keputusanku untuk memilikimu malah berakhir buruk. Seolah semua pikiran menderma padaku, mendorongku untuk sebatas teman. Karena takut kehilanganmu. Takut tak mampu membuatmu bahagia. Takut tak sanggup menjadi lelaki seperti yang kau inginkan. Takut keberadaanku hanya akan membuatmu malu. Lalu kenapa aku jatuh cinta denganmu?

Di sini di depan basis waktu tak terperi. Aku duduk dan mulai merangkai kata. Memilah mana yang tepat untuk mengutarakan secuil kepedihan yang membuatku melihatmu pun tak sanggup.

Aku mulai merangkai kata, untukmu seorang. "Sahabatku_Sahabat yang kau bilang sahabat lewat SMS", adakah kau membacanya.

Sesuatu terindah itu milikmu.
Hadir di matamu dan terpias sosok wajahku.
Akakah dalam hatimu pun sama?
Kau hembuskan nafas surgawi dan bersimpuh di bahuku.
Kubaui setiap lekat sepoi yang membuyar di sekelilingku.
Semua itu tentu milikmu.
Yang ternyata selalu mengisi relung kesendirianku.


Selasa, 02 Oktober 2012

Cita2 Mengambang

Malam ini  02-10-2012

Aku terpikir tentang cita-citaku yang masih mengambang. Entah itu apa aku tak tahu pastinya. Saat ini yang dapat kulakukan untuk masadepanku adalah menjalani apa yang sudah menjadi jalan hidupku sekarang. berharap dan berusaha untuk menjadi baik demi waktu dan hari yang kucurahkan

"Burung Malam"

Bertengger di sebuah batang pohon rindang. Bersandar punggung menatap rembulan dan bintang penerang malam. Mata melahap seluruh altar langit dan pikiran mencuat kesegala penjuru dan sudut-sudut sesak sekalipun. Menggali sebuah kemungkinan akan tindakan yang ia kehendaki. Seperti memutuskan akan menjadi apa diri ini kelak. Beragam fantasi timbul dan mulai membayangkan keindahannya. Burung malam bermata lebar pun menatapnya. Mendoakan orang ini hidup dalam fantasi dan senang selamanya. Namun itu adalah setan. Hidup bukan untuk berangan. Hidup adalah untuk bertindak. Angan akan menjadikan harapan dan harapan menjadikan tujuan hingga seseorang mengambil sebuah keputusan.

Tindakan tiap individu berorientasi pada kegelisahan?
Berbagai faktor mendasari seseorang untuk melakukan sebuah tindakan langsung maupun tidak langsung. Diantara tindak itu adalah hasil manivestasi dari logika dan naluri, namun banyak diantaranya merupakan tindakan tak bermanfaat yang merugikan. Banyak orang masih memanfaatkan waktu untuk hal-hal tak berguna yang sebatas saat ini, bukan untuk kelanjutan kedepan.