24 April 2012
Penuh Cobaan
Tanggal 23 april 2012. Hari itu aku tengah
puasa suanah, kurasakan betapa sulit dan malasnya untuk sahur dimalam harinya. Dan
pagi hari di saat aku berangkat ke kampus sekitar jam 8 pagi, betapa bodohnya
aku, di depanku ada seorang ibu-ibu yang payah saat menyeberang dan ia pun
terserempet motor. Namun payahnya aku bukannya menolong tapi malah
meninggalkannya, seolah tak peduli karena itu bukan urusanku.
Senin, ya waktu itu hari senin. Kuikuti lomba
penulisan cerpen dan puisi, kurasakan nyaman dan santai saat menulis. Yang luarbiasa
adalah hadiahnya. Dikabarkan juara pertama akan mendapatkan liburan ke Lombok
dengan uang saku di tanggung panitia sebesar 1.500.000, belum lagi yang menjadi
juara pertama akan mewakili Undip untuk mengikuti kejuaraan nasional tingkat
Indonesia. Asek dah…
Sore hari, aku membuat sebuah keputusan
dimana aku ikut teman-teman untuk menjenguk Evi yang tengah sekarat di rumah
sakit tlogorejo. Tepat hampir jam 6 sore kita semua berangkat, sayang aku
tertinggal di belakang dan akhirnya harus muter-muter hingga sampai ke RS. Tapi
sayangnya lagi karena aku melanggar rambu-rambu lalu lintas, aku pun kena
tilang. Dadaku panas, emosi mengalir hingga kepalaku. Namun ku coba sabar
mengiklaskan hal ini dan berpikir bahwa ini mungkin sebuah ujian dari Allah.
Sampai di rumah sakit kutemu Evi dan kedua
orang tuanya. Ia terbujur lemah di kasur RS. Wajah pucat hatinya gemetar
menanti waktu operasi yang tinggal satu jam lagi.
Saat pulang dari RS, kita semua memutuskan
untuk makan bersama di suatu tempat. Bla…bla…bla…kok
males nulis ya.. T.T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar