Memang kenyataannya kita hidup tidak lah sendirian. Meski begitu kita tdiak dapat memaksakan kehendak dan keinginan kita terhadap orang lain. Malam ini malam diama aku ingin membuatnya senang. Setidaknya memberi alasan atas apa yang kau sebut-sebut sahabat selama ini. Aku ingin kita makan malam bersama untuk merayakan hari ulang tahunmu.
Tapi sepertinya kau tak berkenan. Berulang kali kubujuk dan ternyata kau malah mengalihkan semua itu. Kau bilang lebih asyik bila bareng teman2 yang lain. Padahal kusudah merencanakan semua itu satu minggu yang lalu cuma untuk ulang tahunmu. Pupus sudah.
Tapi memang seperti ini. Kau memang orang yang sosialis, bukan individualis seperti aku. Aku lebih suka melakukan apa pun sendiri. Sedang kau, tidak.
Seperti kau memang benar. Aku tak seperti dulu lagi. Tapi mau bagaimana lagi bila kau sendiri ku ajak untuk seperti dulu, tidak mau. Kusudah mencoba memperbaiki, tapi kau selalu menjauh.
Entahlah mana yang benar. Aku bingung. Bingung dengan diriku. Bingung dengan dirimu.
Dengan semuanya.
Tapi sepertinya kau tak berkenan. Berulang kali kubujuk dan ternyata kau malah mengalihkan semua itu. Kau bilang lebih asyik bila bareng teman2 yang lain. Padahal kusudah merencanakan semua itu satu minggu yang lalu cuma untuk ulang tahunmu. Pupus sudah.
Tapi memang seperti ini. Kau memang orang yang sosialis, bukan individualis seperti aku. Aku lebih suka melakukan apa pun sendiri. Sedang kau, tidak.
Seperti kau memang benar. Aku tak seperti dulu lagi. Tapi mau bagaimana lagi bila kau sendiri ku ajak untuk seperti dulu, tidak mau. Kusudah mencoba memperbaiki, tapi kau selalu menjauh.
Entahlah mana yang benar. Aku bingung. Bingung dengan diriku. Bingung dengan dirimu.
Dengan semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar