Oleh: David
Sukma
"Berambang
15 ribu per kilonya, Bu. Mau beli berapa kilo?" ujarnya sembari menyeka
keringat yang berbulir di sudut kening dengan jarit kuning yang lusuh.
Kulitnya coklat
hampir gelap terbakar terik
Berjual di emper
toko-toko lingkung pasar
Menari
pengunjung untuk membeli bulir merah
Tak
peduli tubuh berselimut debu
Tak
peduli bermandikan keringat dan terpayungi terik
Demi
anak dan keluarga, ia mengais setitik rezeki halal
Meski hati teriris
penawar karena harganya mencekik tulang rawan
Ia tetap tabah
Ia tetap tegar
Menebar senyum
semerbak mawar demi membetahkan pembeli
Sesekali
ia tertawa oleh bualan ngawur mereka
Ia
tetap ramah dengan hati seluas lapang
Dalam
diam ia menangisi derajat hidup di mata orang
Tangis darah dan
keringat untuk keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar