Oleh:
David Sukma
Kucium harum
tanganmu.
Lama tak jumpa.
Anakmu hadir
dengan tangan kosong.
Tapi engkau
Bunda.
Telah berubah
sejak terakhir kali aku pulang ke rumah.
Kau
semakin tua.
Rambutmu
mulai tipis.
Kulitmu
berkerut dan semakin kendur.
Kau pasti telah
bekerja keras. Berkeringat, lelah dan kesulitan. Semua itu demi apa? Demi
anakmu yang jauh di sana.
Bunda,
aku berharap.
Jangan
kau bertambah tua.
Membuatku
takut.
Membuatku
berpikir aneh.
Anakmu masih
membutuhkanmu. Masih ingin bersamamu. Masih ingin ada untukmu. Selalu
bersamamu, Bunda.
Jaga
dirimu di sana. Baik-baik bersama Ayah. Di rumah, di kampung halaman.
Sehat-sehatlah selalu. Kelak aku pulang dengan sejuta harapanmu. Sayang selalu
yang tersayang anakmu yang kau pernah timang-timang. Akan kembali pergi demi
memenuhi harapan-harapanmu. Aku rela jauh, semua demi kalian. Yang memberiku
hidup, yang memberiku kebahagiaan. Entah kapan. Aku pulang. Dengan gemilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar